Walaupun belum habis lagi, tapi setiap topik sangat menyentuh perasaan. Mungkin sebab aku orang Trengganu (as spelled in the book), ia meruntun hati untuk segera balik ke kampung.
Sungguh aku tidak menyangka buku yang dikarang awal melalui media blog, menjadi sehebat ini.
Sangat kagum rasanya.
Aku sangat sarankan pada siapa pun untuk khatamkan buku ini.
Pertama kali membaca buku dengan penuh perasaan cintakan kedamaian Trengganu yang dulu.
Trengganu Darul Iman.
Notakaki: buku ni dihadiahkan oleh istriku yang manis.


No comments:
Post a Comment